SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan Network IndonesiaTeknologi & PendidikanSains & TeknologiMajalah Teknologi IndonesiaPenelitian Indonesia
 Jaringan Pendidikan Kita
 Sekolah & Lembaga
 Berita dan Artikel
 Informasi
 Menganai Kami
 Konservasi PerAiran
  
Conservation PerAiran

  
 E-Mail Pendidikan Gratis
  

Nama:
Panggilan:

Nama@Pendidikan.zzn.com

Login:
Password:

Nama@Pendidikan.zzn.com

  
 Link-Link Khusus
  



Aspirasi Pendidikan Kita
Aspirasi Kita


  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  
 
Arif Rahman: Jangan Ukur UN dengan Standar Mutlak
By admin
Monday, January 25, 2010 10:21:00 Clicks: 1354 Send to a friend Print Version
Senin, 25/01/2010 10:21 WIB

Kontroversi UN
Arif Rahman: Jangan Ukur UN dengan Standar Mutlak
Pradipta Nugrahanto - detikBandung

Bandung - Pakar pendidikan dan Guru Besar UNJ Arif Rahman merasa perlu adanya
standar norma pada penilaian Ujian Nasional (UN). Standar mutlak yang diterapkan pemerintah dianggap tidak memberikan ukuran pendidikan yang valid.

'Penilaian standar pendidikan jangan standar mutlak, tapi standar norma. Termasuk didalamya UN. Jangan cuma mengejar minimal lulus 5,5. Nilai rata-rata daerah harus dipehitungkan juga. Dan jangan dilupakan nilai kejujuran dan budi pekerti,' tuturnya dalam Seminar Nasional: Mensikapi Polemik Pelaksanaan UN 2010 di Gedung JICA Kampus UPI, Jalan Setiabudi, Senin (25/1/2010).

Ditambahkannya, standar mutlak yang diterapkan pemerintah saat ini juga membuat minder sebagian guru yang mengajar mata pelajaran yang tidak di UN-kan.

'Sekarang fenomenanya guru agama, kesenian dan olahraga kalau menjelang UN jalannya bungkuk, lesu. Beda dengan guru matematika atau Bahasa Inggris. Begitu semangat kalau anak didiknya nilai UN-nya bagus,' jelas Arif.

Arif juga mengkiritisi sikap pemerintah pusat yang terus-terusan meningkatkan standar kelulusan dengan dalih peningkatan kualitas pendidikan.

'Mengutip omongan JK pada saat menjabat sebagai wakil presiden. Beliau pernah bilang, Pak Arif kalau tidak dinaikan standar kelulusannya siswa kita tidak akan bisa lompat. Saya jawab, pak kalau lompat tanpa dikasih makan mana bisa pak. Ini kan tandanya beliau tidak melihat daerah,' selorohnya.

Dijelaskan Arif, rumus standar norma nilai mentah dikurangi rata-rata daerah dibagi standar deviasi.

'Disini akan lebih adil karena nilai rata-rata daerah diperhitungkan. Jadi benar-benar yang didapat adakah hasil kemampuan siswa berdasarkan kemampuan daerahnya. Fair kan? Mudah-mudahan pemerintah bisa menyadari ini,' tandasnya.

(dip/tya)

Sumber: Detik.Com
http://bandung.detik.com/read/2010/01/25/102146/
1285278/486/arif-rahman-jangan-ukur-un-dengan-standar-mutlak
 
More Berita Pendidikan Baru Berita
. India Buat Produsen Laptop Ketar Ketir
. India Luncurkan Laptop Seharga Rp335.000
. Pilih Android Demi Untung
. Pemborong SD Sejahtera Tolak Dakwaan JPU
. Atap TK Rihul Islam Jakarta Roboh
. RSBI Hilangkan Nasionalisme Siswa
. RSBI Kesulitan Cari Guru Berkualitas
. ICW: Pihak Sekolah Langgar UU Korupsi!
. Magang Kerja Siswa SMK Dinilai Berisiko
. Ah, RSBI Salah Kaprah!
 Suara Masyarakat
Latest Post
. Sekolah Dasar Swasta tida...
. Uji Sertifikasi
. Sertifikasi Guru
. Penerapan KTSP
Latest Response
. Re: Sertifikasi Guru
. Re: Sertifikasi Guru
. Re: Sertifikasi Guru
. Re: Penerapan KTSP
. Re: Uji Sertifikasi
 Pendidikan Kelas Dunia
  
Pendidikan Kelas Dunia
  
 Teknologi Pendidikan
  

Ilusi atau Solusi
Ilusi Atau Solusi

  
 Baca Berita Setiap Hari
  

Tujuan utama website ini BeritaPendidikan.Com adalah membantu Pelajar dan Guru di Indonesia untuk mencari informasi mengenai Perkembangan Pendidikan. Kebiasaan Membaca adalah isu yang sangat penting dan Kami memasang berita baru di website ini dengan tujuan membantu tetapi itu sangat penting bahwa anda membaca berita secara luas setiap hari. Coba membaca beberapa artikel setiap hari:

Media Indonesia News and Views

Kompas.Com

Republika Online

Suara Pembaruan

Harian Komentar

detikNews Situs Warta Era Digital

Web.Bisnis.Com

TheJakartaPost.Com

  
 Berita Penerbangan
  
Flying in Indonesia

  
 Pojok - Pojok Kita
  
Pojok SiswaPojok Guru
Pojok KepsekPojok TU


  
 Kegiatan & Aktivitas
  
Ikut Kegiatan Kami

  
 Website & Kegiatan
  
Sains.TV

TV Pendidikan

E-Pemerintah - Menuju E-Government



Mencari Lowongan
Memasang Lowongan Kerja

Mencari Beasiswa
Meminta Bantuan Beasiswa
Membantu dengan Beasiswa

Mad Scientist

  
 Seorang Aktivis HAM
  


Selamat Jalan Pak Munir!