 |
|
| Konservasi PerAiran |
|
| |

| |
|
 |
|
 |
|
| News / Berita Sains & Teknologi |
|
| |
| Industri Animasi Butuh Rangsangan | | By admin |
| Friday, August 28, 2009 10:31:00 |
Clicks: 851 |
 |
 |
|
|
Industri Animasi Butuh Rangsangan
Jumat, 28 Agustus 2009 | 10:31 WIB
Laporan wartawan Kompas.com M.Latief
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebetulnya Indonesia berpotensi besar untuk mengembangkan industri animasi. Sayangnya, industri tersebut di Indonesia masih seperti kondisi ekonomi kreatif lainya, yaitu belum merata dan harus dirangsang pertumbuhannya, khususnya pada generasi muda.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi DJUS (Digital Joint Update Session) bertema Menjual Animasi Lokal yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa, praktisi iklan, serta para animator di Kampus Anggrek Binus University, Jakarta, kemarin (27/8). Diskusi digelar oleh Binus Enterpreneurship Center (BEC) bekerjasama dengan Masyarakat Industri Kreatif Teknologi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) dan Teknopreneur.
Menurut praktisi animasi Hario Sasongko dari Founder Skyboost Animation Studio, salah satu penyebab lambat dan belum meratanya pertumbuhan animasi di Indonesia adalah karena persoalan budaya. Sejak kecil anak sudah dicekoki untuk jauh-jauh dari komik, karena anak-anak harus banyak baca buku pelajaran, sehingga akhirnya komik atau animasi mendapat stigma buruk, ujar Hario.
Muara dari persoalan budaya itu, lanjut Hario, kreatifitas anak menjadi terpasung lantaran terus-menerus dijejali hanya dengan buku pelajaran. Padahal, kata Hario, di sela bertumpuknya buku pelajaran, komik adalah katup penghibur yang secara tidak langsung dapat menumbuhkan kreatifitas mereka.
Potensi Bisnis
Selain ke luar negeri, animasi buatan dalam negeri pun diharapkan mampu meraup untung di pasar lokal. Hal itu, karena potensi pasarnya yang cukup besar, semisal perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan promosi produk barunya dengan memanfaatkan format animasi.
Menurut Andriansyah, seorang animator dari Kojo Anima di Bandung, kue animasi di Indonesia masih sangat besar. Apalagi, kata dia, animasi tidak hanya dijual filmnya saja, karena masih banyak turunan bidang lainnya yang bisa menciptakan industri sendiri.
Musiknya bisa dijual, merchandise atau posternya juga bisa menguntungkan, game animasi pun kini kian merebak, bahkan figur dan ketokohan animasi juga punya peluang besar untuk dijual sebagai bentuk promosi atau iklan produk dari sebuah perusahaan, ujar Andri.
Mengamini pendapat Andri, Hario menandaskan bahwa hobi membuat animasi, apalagi sampai menekuninya dengan serius berkat perkembangan teknologi saat ini, tentu menjadi peluang tersendiri bagi para mahasiswa.
Ini tentu saja peluang, bahwa membuat animasi atau menjadi animator adalah satu pekerjaan lain yang sebetulnya bisa mereka geluti, karena sumber daya manusia kita masih sempit, khususnya untuk animasi, ujarnya.
Sumber: Kompas.Com
http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/08/28/
10315497/industri.animasi.butuh.rangsangan. |
| |
|
| More Berita Sains & Teknologi Berita |
. India Buat Produsen Laptop Ketar Ketir . India Luncurkan Laptop Seharga Rp335.000 . Pilih Android Demi Untung . Matikan Televisi Anda Hari Minggu Besok . Kenapa Harus Mematikan Televisi? . PPDB Online Kacau, Dinas Pendidikan Ngaku Salah Pakai Server . Modal Sosial untuk Penguatan Inovasi Nasional . Teknologi Informasi dan Citra Pendidikan . Indonesia Pengguna Jejaring Sosial Terbanyak di Dunia . Disayangkan, Pembahasan RPM Konten Multimedia tidak Libatkan Publik
|
|
|
 |
|
| Pendidikan Kelas Dunia |
|
| |  | |
|
| Berita Penerbangan |
|
| |

| |
|
| Kegiatan & Aktivitas |
|
| |

| |
|
 |
|  |