SD & SLTPSekolah MenengahPerguruan TinggiPendidikan Network IndonesiaTeknologi & PendidikanSains & TeknologiMajalah Teknologi IndonesiaPenelitian Indonesia
 Jaringan Pendidikan Kita
 Sekolah & Lembaga
 Berita dan Artikel
 Informasi
 Menganai Kami
 Konservasi PerAiran
  
Conservation PerAiran

  
 E-Mail Pendidikan Gratis
  

Nama:
Panggilan:

Nama@Pendidikan.zzn.com

Login:
Password:

Nama@Pendidikan.zzn.com

  
 Link-Link Khusus
  



Aspirasi Pendidikan Kita
Aspirasi Kita


  
 100 Kunjungan Terakhir
  

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  
 
Pengembangan Energi Surya masih Rendah
By admin
Tuesday, July 28, 2009 17:10:00 Clicks: 288 Send to a friend Print Version
Pengembangan Energi Surya masih Rendah

Selasa, 28 Juli 2009 17:10 WIB

JAKARTA--MI: Pengembangan kapasitas energi surya di tanah air saat ini baru mencapai 30 MW, atau hanya 3,75 persen dari target kapasitas terpasang pada 2025 sebesar 800 MW.

Padahal ketersediaan energi surya sangat melimpah di negeri tropis ini, kata Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bidang Teknologi Rancang Bangun dan Rekayasa, Dr Surjatin Wiriadidjaja pada pembukaan Pelatihan mengenai Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Tangerang, Banten, Selasa (28/7).

Kendala pengembangan PLTS, ujarnya, lebih disebabkan pada biaya investasi PLTS yang sangat tinggi, berhubung 60 persen dari komponen PLTS berupa sel surya masih diimpor, sementara modul suryanya sulit diperoleh akibat besarnya daya serap pasar Eropa.

Kendala lainnya, lanjut dia, kebijakan tarif listrik yang hanya mensubsidi penggunaan bahan bakar fosil sehingga tidak merangsang partisipasi pada pegembangan energi terbarukan.

Selain itu, lokasi-lokasi potensial PLTS hanya untuk listrik perumahan di daerah-daerah terpencil dan kepulauan yang justru penduduknya berpenghasilan rendah sehingga tak mampu membeli listrik energi surya, ujarnya.

Masyarakat menggunakan PLTS selama ini karena tidak memiliki akses ke jaringan PLN, mereka ada di daerah-daerah terpencil dan kepulauan dan biasa menggunakan listrik tenaga disel. Kalau harga solar di daerah terpencil sampai Rp3.000 per kWh, baru PLTS dipertimbangkan, biasanya dengan sistem hibrid (kombinasi antara diesel dan surya), tambahnya.

Namun, lanjut dia, pihaknya tetap optimistis di masa depan energi surya akan terus berkembang dan semakin terjangkau sesuai hukum ekonomi pasar, apalagi jika penemuan-penemuan baru terkait sel surya sudah semakin banyak.

Pemerintah tahun ini menyiapkan Rp1,3 triliun untuk pengembangan PLTS yang tersebar di berbagai instansi pemerintah seperti Departemen ESDM, dan lainnya, kata Suryatin.

Potensi PLTS, lanjut dia, masih sangat besar berhubung 19,5 juta KK belum memiliki akses listrik dan enam juta KK di antaranya di daerah terpencil yang sulit berharap pada PLN. Tapi ke depan PLTS bisa dimasukkan dalam sistem grid connected dalam sistem jaringan PLN, katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Teknologi Energi BPPT MAM Oktaufik mengatakan, negara-negara yang telah memproduksi sel surya antara lain Jepang, AS, dan Jerman, sedangkan Malaysia dan Singapura sudah mulai membangun pabriknya. Indonesia bisa saja membuat pabriknya, tapi investasinya sangat besar, katanya.

Dicontohkan, investasi pabrikasi dari material mentah sampai menjadi modulnya membutuhkan investasi US$12-15 juta untuk kapasitas 5 MW peak per tahun, sedangkan pabrikasi sel surya dari pemurnian pasir silika butuh US$20 juta dengan skala keekonomian pada kapasitas produksi 20-30 MW per tahun. (Ant/OL-01)

Sumber: Media Indonesia Online
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/87467
/45/7/Pengembangan_Energi_Surya_masih_Rendah_
 
More Berita Sains & Teknologi Berita
. Indonesia Menuju Produsen TV LCD Terbesar Asia
. 'Digital Native', Perubahan Ini Harus Dicermati
. Apple Bikin Komputer Tablet
. PSB Online Diperjuangkan, Legalitasnya Dipertanyakan
. Kasus Luna Maya Harus Jadi Pijakan Revisi UU ITE
. Teleskop Pemeta Angkasa Segera Diluncurkan
. Biofuel sebagai Energi Bersih hanya Mitos
. Ujian Nasional Tetap akan Diberlakukan
. UNS Sukses Kembangkan Kaki Palsu Berteknologi Endoskeletal
. Peneliti Berhasil Ciptakan Dentuman Atom
 POLLING
  
Berita Yang Anda Paling Sering Mengakses Adalah:
Berita di Internet
Berita di Televisi
Berita di Majalah
Berita di Surat Kabar
Berita di Radio

View Results
Other Poll

Votes: 1800
 Suara Masyarakat
Latest Post
. Sekolah Dasar Swasta tida...
. Uji Sertifikasi
. Sertifikasi Guru
. Penerapan KTSP
Latest Response
. Re: Sertifikasi Guru
. Re: Sertifikasi Guru
. Re: Penerapan KTSP
. Re: Uji Sertifikasi
. Re: Uji Sertifikasi
 Baca Berita Setiap Hari
  

Tujuan utama website ini BeritaPendidikan.Com adalah membantu Pelajar dan Guru di Indonesia untuk mencari informasi mengenai Perkembangan Pendidikan. Kebiasaan Membaca adalah isu yang sangat penting dan Kami memasang berita baru di website ini dengan tujuan membantu tetapi itu sangat penting bahwa anda membaca berita secara luas setiap hari. Coba membaca beberapa artikel setiap hari:

Media Indonesia News and Views

Kompas.Com

Republika Online

Suara Pembaruan

Harian Komentar

detikNews Situs Warta Era Digital

Web.Bisnis.Com

TheJakartaPost.Com

  
 Berita Penerbangan
  
Flying in Indonesia

  
 Pojok - Pojok Kita
  
Pojok SiswaPojok Guru
Pojok KepsekPojok TU


  
 Kegiatan & Aktivitas
  
Ikut Kegiatan Kami

  
 Website & Kegiatan
  
Sains.TV

TV Pendidikan

E-Pemerintah - Menuju E-Government



Mencari Lowongan
Memasang Lowongan Kerja

Mencari Beasiswa
Meminta Bantuan Beasiswa
Membantu dengan Beasiswa

Mad Scientist

  
 Seorang Aktivis HAM
  


Selamat Jalan Pak Munir!